Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji Syukur kehadirat Allah saya bisa menulis (lagi) dan alhamdulillah sehat selalu semoga anda sekalian para pembaca sehat dan selalu dirahmati oleh Allah. Aamiin.
Shalawat serta salam selalu tercurah limpahkan kepada panutan kita dalam berkehidupan yakni Nabi Muhammad SAW. Semoga kita akan selalu mengikuti ajarannya dan menjadi umatnya yang sejati. Aamiin
Kali ini kita akan membahas mengenai "Menikmati Proses". Kenapa saya menulis ini? Ya bisa anda lihat sendiri seluruh manusia di dunia ini kebanyakan mendambakan sesuatu yang mudah dan instan. Benar tidak? Jangan terlalu banyak mengangguk terkadang saya dan anda menginginkan hal tersebut namun apakah sesuatu yang mudah dan instan itu terdapat dalam segala hal? Tidak, semua hal dari yang mudah sekalipun membutuhkan proses. Setuju? Untuk lebih memahaminya mari kita bahas secara ringan.
Pertama kita harus tahu apa itu nikmat? Perlu diketahui bahwa tulisan-tulisan yang terdapat di blog ini 100% berasal dari akal saya, dari setiap ilmua yang telah saya pelajari tentunya.
Nikmat adalah rasa di mana kita merasa nyaman, bahagia, dan tenang. Untuk mendapatkan kenikmatan kita harus berfikir positif, seperti yang sudah saya bahas di tulisan saya sebelumnya. Jika belum baca, buka ini
Nah, saat kita sudah mengetahui apa itu nikmat kita harus tahu dulu apa yang harus kita nikmati. Foya-foya kah? Atau sesuatu yang berbau kotor? Oh tidak. Kita harus senantiasa memilih mana yang baik untuk kita nikmati dan mana yang tidak boleh kita nikmati terlalu banyak. Seperti yang saya tulis tadi, berpikir positif.
Sekarang apa itu proses? Proses adalah jalan yang menghubungkan antara impian dengan kenyataan. Masih kurang paham? Oke saya jelaskan. Diibaratkan saat kita memiliki tujuan ke suatu tempat kita pasti memikirkan bagaimana caranya kita bisa sampai ke tempat itu, mudahnya kita akan menaiki kendaraan. Kita ambil motor sebagai contoh, otomatis kita akan naik motor dan berkendara melalui jalan sesuai dengan jarak ke tempat itu.
Kita ambil makna dari contoh itu, kita ingin pintar (tujuan) lalu kita belajar (kendaraan) dan jarak belajar SMA misalnya 3 tahun (jalan) otomatis kita akan selalu berada pada arus proses itu. Bisa dipahami? Oke lanjut.
Dalam lalu lintas, pasti ada macet, pasti ada kendaraan lain di depan kita dan dibelakang kita. Dalam kemacetan kita pasti akan menunggu lalu lintas lancar atau mencari celah. Saat ada kendaraan lain di depan kita kita harus tahu cara menyalipnya. Saat ada kendaraan di belakang kita, kita harus cek kaca spion dan melihat apakah ia aka menyalip kita atau tidak.
Seperti halnya dalam proses, adakalanya kita harus sabar menunggu saat ada masalah atau mencari celah kecil dalam masalah tersebut. Saat di depan kita ada orang yang sama-sama berproses (lebih unggul) kita harus tahu bagaimana cara mengunggulinya. Saat dibelakang kita ada orang yang sama-sama berproses (lebih rendah) kita harus waspada, turun sedikit performa kita, niscaya akan disalip. Atau kita ibaratkan 'yang di belakang' itu adalah masa lalu, kita harus cek masa lalu kita, cari yang salah sejenak lalu kembali maju ke depan.
Mudah-mudahan paham ya? Hehehehe. Oke, kenapa kita harus menikmati proses? Agar kita tidak mengeluh dan menyerah dengan segala rintangan yang ada pada proses tersebut. Untuk menikmatinya hanya dengan merasa cukup atas apa yang dilakukan pada proses hari ini dan mencari jalan agar proses di hari selanjutnya itu lebih baik lagi.
Jika ada masalah gimana? Oke kita bahas. Kalau wortel dimasukan ke dalam air mendidih maka akan lembek wortel tersebut, jika telur yang dimasukan maka akan keras lah telur itu. Tapi jika teh celup yang dimasukan ke dalam air mendidih maka air itu akan harum dan berubah warna.
Seperti halnya masalah, jika kita lemah dalam masalah maka akan lembek dan mudah putus asa, dan jika kita terlalu keras kepala pada masalah maka kita hanya akan menambah tingkat keras kepala kita. Tapi jika kita membaur dalam masalah itu, maka masalah itu akan berbaur dengan kita. Jadi jika ada masalah kita cukup mengenali masalah itu dan masuk ke dalamnya, karena kita lah yang dapat mengubah masalah kita sendiri.
Oke, sudah mengangguknya? Itulah sebab-sebab mengapa kita harus menikmati proses. Jangan terlalu banyak mimpi tapi kita harus membuat impian yang besar. Jangan bermimpi mendapatkan hal yang instan, semudah apapun impian kita, tetap saja ada prosesnya. Maka nikmatilah.
Demikianlah, tulisan yang penuh kekurangan ini saya tulis dengan segenap hati demi menumbuhkan bibit manusia yang lebih baik lagi terutama remaja. Semoga bermanfaat, jangan lupa untuk share ke kerabat atau teman-teman anda. Salam literasi!
Instagram : @afsal_alfadi
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Komentar
Posting Komentar